Logo

Memuat waktu...

Iklan Leaderboard

Memahami Model Warna RGB: Jembatan Antara Cahaya Digital dan Mata Manusia

horizain

|

Horizain

08 Januari 2026 | 01:27 WIB

Memahami Model Warna RGB: Jembatan Antara Cahaya Digital dan Mata Manusia

Warna yang Anda lihat di layar ponsel, monitor komputer, atau televisi saat ini sebenarnya adalah sebuah "trik" cahaya yang luar biasa. Fenomena ini didasari oleh model warna RGB, sebuah sistem yang menggabungkan biologi manusia dengan teknologi digital.

Berikut adalah ulasan mendalam tentang apa yang terjadi di balik warna-warna cerah di layar Anda.

1. Apa Itu RGB?

RGB adalah singkatan dari Red (Merah), Green (Hijau), dan Blue (Biru). Ini adalah model warna aditif, yang berarti warna dihasilkan dengan menambahkan cahaya ke permukaan yang gelap (layar hitam).

Berbeda dengan cat (model subtraktif), di mana pencampuran semua warna menghasilkan warna hitam/cokelat gelap, dalam sistem RGB:

  • Merah + Hijau + Biru = Putih
  • Ketiadaan cahaya = Hitam

2. Rahasia di Balik Layar: Sub-Piksel

Jika Anda mengambil mikroskop dan melihat layar perangkat Anda, Anda tidak akan melihat jutaan warna. Anda hanya akan melihat ribuan kotak kecil yang masing-masing berisi tiga baris warna: merah, hijau, dan biru. Kotak ini disebut piksel, dan komponen warnanya disebut sub-piksel.

Bagaimana warna lain tercipta?

Otak kita melakukan tugas berat di sini. Karena sub-piksel ini sangat kecil dan berdekatan, mata manusia tidak bisa membedakannya secara individu. Sebaliknya, otak mencampurkan intensitas cahaya dari ketiga warna tersebut untuk menciptakan ilusi warna baru.

Sebagai contoh:

  • Untuk menciptakan warna Kuning, layar akan menyalakan sub-piksel Merah dan Hijau dengan kecerahan penuh, sementara Biru dimatikan.
  • Untuk warna Ungu (Magenta), Merah dan Biru dinyalakan.

3. Hubungan dengan Biologi Manusia

Mengapa harus Merah, Hijau, dan Biru? Mengapa bukan Kuning, Ungu, dan Oranye?

Jawabannya ada di dalam mata kita. Retina manusia memiliki sel reseptor cahaya yang disebut sel kerucut (cone cells). Secara umum, manusia memiliki tiga jenis sel kerucut yang masing-masing paling sensitif terhadap panjang gelombang cahaya tertentu:

  • L-cones: Sensitif terhadap gelombang panjang (Merah).
  • M-cones: Sensitif terhadap gelombang menengah (Hijau).
  • S-cones: Sensitif terhadap gelombang pendek (Biru).

Teknologi RGB dirancang untuk meniru cara kerja mata kita secara langsung. Dengan memanipulasi tiga warna ini, teknologi layar dapat "menipu" saraf optik kita untuk melihat hampir seluruh spektrum warna yang bisa ditangkap manusia.

4. Representasi Digital: Angka di Balik Warna

Dalam dunia digital, setiap warna RGB biasanya dinyatakan dalam angka dari 0 hingga 255. Skala ini berasal dari sistem 8-bit (28 = 256 variasi).

  • Hitam: RGB (0, 0, 0) โ€” Semua lampu mati.
  • Putih: RGB (255, 255, 255) โ€” Semua lampu menyala maksimal.
  • Merah Murni: RGB (255, 0, 0).

Dengan kombinasi ini, sebuah layar standar dapat menghasilkan sekitar 16,7 juta warna (256 x 256 x 256).

sumber :

  • Poynton, C. (2012). Digital Video and HD: Algorithms and Interfaces.

  • Hunt, R. W. G. (2004). The Reproduction of Colour.

  • Adobe Color Management: Understanding Color Space and RGB.

  • Olympus Life Science: Primary Colors and Human Vision.

  •  

    Sorotan

    Berita Terkini

    Lihat Semua
    Trend Desain
    Hari Pertama Sukses Besar, Rakornas Asprodi DKV di Udinus Semarang Hadirkan Wamen Ekraf dan Ratusan Delegasi
    21 May 2026

    SEMARANG โ€“ Hari pertama gelaran akbar Silaturahmi Nasional dan Rapat Koordinasi Nasional (...

    Trend Desain
    Revolusi Kuliah Digital: Udinus Semarang Resmi Luncurkan โ€˜Dinusverseโ€™ Berbasis Roblox, Dihadiri Wamen Ekraf
    21 May 2026

    โ€‹SEMARANG โ€“ Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang kembali membuat gebrakan besar d...

    Trend Desain
    Mengenal Keterampilan Abad ke-21, Senjata Ampuh Generasi Muda Hadapi Arus Informasi
    21 May 2026

    21st Century Skills (Keterampilan Abad ke-21) adalah sekumpulan kompetensi, kemampuan, dan...

    Trend Desain
    LAM DEPILAR : Lembaga Akreditasi Mandiri Desain, Perencanaan, Lingkungan, dan Arsitektur
    21 May 2026

    LAM DEPILAR adalah lembaga mandiri yang lahir dengan misi besar untuk memperkuat mutu, men...

    Call For Paper
    Call for Papers : de-lite: Journal of Visual Communication Design Study & Practice by Univesitas Pelita Harapan
    20 May 2026

    Jurnal de-lite mengundang Bapak/Ibu untuk mengirimkan artikel terbaik pada:de-lite: Jour...

    Call For Paper
    Call for Papers : Rasa International Poster Biennale 2026 - present by Paramadina University
    20 May 2026

    OPEN CALL โ€” For designers, artists, and creative voices from around the world, this is yo...

    Call For Paper
    Call for Papers : UNESCO UNITWIN 2026 Indonesia - Presents by Jakarta International University
    20 May 2026

    Jakarta International University proudly presents:ย ๐Ÿ“ข Call for Papersย UNESCO UNITWIN 2026...

    Kompetisi
    Lomba Visual Kreatif Gratis ๐Ÿ†“๐Ÿ†“๐Ÿ†“๐Ÿ†“. Hadiah jutaan rupiah
    17 May 2026

    Lomba Visual Kreatif Gratis ๐Ÿ†“๐Ÿ†“๐Ÿ†“๐Ÿ†“.Hadiah jutaan rupiahHi, High Schooler Visual Artists!...

    Kabar Daerah

    Lihat Semua
    Belum ada data kabar daerah.

    Kabar Nasional

    Lihat Semua
    Belum ada data kabar nasional.